Dari Customer Story ke Video Testimoni Proyek Insider One dan LinkAja
Sebuah video testimoni akan terasa lebih kuat ketika orang yang bercerita memang punya pengalaman langsung dengan produk atau layanan yang dibahas. Penonton tidak hanya mendengar klaim dari sebuah brand, tetapi juga bisa melihat sudut pandang customer yang benar-benar menggunakan produk tersebut.
Pendekatan seperti inilah yang kami terapkan ketika mengerjakan produksi video testimoni untuk Insider One, dengan menghadirkan LinkAja sebagai customer yang membagikan pengalamannya.
LinkAja merupakan layanan uang elektronik berbasis server yang telah terdaftar di Bank Indonesia dan menjadi bagian dari ekosistem sinergi BUMN Indonesia. Dalam proyek ini, dua perwakilan LinkAja hadir sebagai narasumber untuk menceritakan pengalaman mereka menggunakan Insider One.
Produksinya berlangsung selama satu hari di kantor LinkAja. Meskipun hanya berlangsung satu hari, prosesnya tetap membutuhkan persiapan yang matang agar cerita dari kedua narasumber bisa tersampaikan dengan natural sekaligus menghasilkan visual yang cukup untuk mendukung keseluruhan video.
Bagi kami, tantangannya bukan sekadar merekam dua orang yang berbicara di depan kamera. Kami perlu mengubah pengalaman customer menjadi sebuah cerita yang terasa relevan, tidak kaku, dan tetap sesuai dengan kebutuhan komunikasi Insider One.
Mengenal LinkAja sebagai Bagian dari Customer Story Insider One
Sebelum masuk ke proses produksi, penting untuk memahami posisi LinkAja dalam video ini.
LinkAja hadir sebagai customer Insider One. Karena itu, isi testimonial tidak berfokus pada penjelasan teknis produk semata. Narasumber justru menceritakan pengalaman mereka setelah menggunakan Insider One dalam konteks kebutuhan perusahaan.
Pendekatan ini membuat video memiliki perspektif yang berbeda dari video promosi biasa. Alih-alih brand mengatakan bahwa produknya memiliki berbagai keunggulan, customer sendiri yang menceritakan pengalamannya.
Format seperti ini bisa menjadi salah satu bentuk customer story yang menarik untuk kebutuhan komunikasi B2B. Calon customer dapat melihat bagaimana perusahaan lain menggunakan sebuah solusi dan apa pengalaman yang mereka dapatkan.
Dua Narasumber dari LinkAja
Dalam produksi ini, LinkAja menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama merupakan AVP Brand dan Marketing Channel. Narasumber kedua menjabat sebagai Interim Digital Marketing Lead.
Keduanya memberikan perspektif dari sisi yang berbeda. Karena itu, kami perlu menjaga agar masing-masing narasumber memiliki ruang yang cukup untuk menyampaikan pengalaman mereka.
Kehadiran dua narasumber juga memberikan variasi visual. Video tidak hanya bergantung pada satu orang yang berbicara dari awal sampai akhir sehingga hasil akhirnya bisa terasa lebih dinamis.
Mengubah Pengalaman Customer Menjadi Cerita Video
Salah satu tantangan dalam membuat video testimoni customer adalah menjaga keseimbangan antara informasi dan keaslian cerita. Kalau narasumber membaca teks terlalu kaku, hasilnya bisa terdengar seperti iklan.
Sebaliknya, kalau narasumber berbicara tanpa arahan yang jelas, cerita bisa melebar dan menyulitkan proses editing. Karena itu, tim Jakarta Multimedia membantu mengarahkan narasumber selama proses produksi.
Kami tidak meminta narasumber menghafalkan kalimat seperti seorang aktor. Kami lebih fokus membantu mereka memahami alur cerita dan poin yang ingin disampaikan. Dengan pendekatan tersebut, narasumber tetap bisa menggunakan gaya bicara mereka sendiri.
Membuka Video dengan Perkenalan Narasumber
Video dimulai dengan perkenalan singkat dari masing-masing narasumber.
Mereka memperkenalkan diri sekaligus menjelaskan sedikit mengenai LinkAja. Bagian ini membantu penonton memahami siapa yang sedang berbicara sebelum masuk ke pengalaman menggunakan Insider One.
Pembukaan seperti ini juga membuat testimonial terasa lebih personal. Penonton tidak langsung berhadapan dengan penjelasan mengenai produk. Mereka terlebih dahulu mengenal orang yang menyampaikan cerita dan perusahaan tempat mereka bekerja.
Setelah bagian perkenalan selesai, cerita kemudian bergerak menuju pengalaman LinkAja dalam menggunakan Insider One.
Mengarahkan Narasumber Agar Tetap Natural
Dalam produksi video testimoni, kamera hanya menjadi salah satu bagian dari pekerjaan. Cara tim berkomunikasi dengan narasumber juga sangat menentukan hasil akhir.
Tidak semua orang terbiasa berbicara di depan kamera. Karena itu, tim Jakarta Multimedia memberikan arahan selama proses shooting agar narasumber merasa lebih nyaman. Kami membantu menjaga alur pembicaraan, mengingatkan poin penting, sekaligus memastikan jawaban tetap sesuai dengan kebutuhan video.
Pendekatan ini membuat narasumber tidak perlu memikirkan aspek teknis seperti posisi kamera atau durasi jawaban. Mereka bisa lebih fokus menceritakan pengalaman menggunakan Insider One.
Satu Hari Shooting di Kantor LinkAja
Seluruh proses shooting berlangsung selama satu hari di kantor LinkAja.
Karena waktu produksi cukup terbatas, kami perlu memanfaatkan setiap sesi secara maksimal. Sebelum kamera mulai merekam, tim menyiapkan kebutuhan teknis dan menentukan area yang akan digunakan untuk masing-masing adegan.
Selain merekam sesi testimonial, kami juga mengambil footage pendukung yang bisa memperkuat cerita. Dengan begitu, editor memiliki cukup pilihan visual ketika masuk ke tahap pasca produksi.
Menggunakan Dua Kamera untuk Sesi Testimonial
Untuk pengambilan gambar narasumber, kami menggunakan dua kamera.
Penggunaan dua kamera memberikan lebih banyak pilihan angle ketika proses editing. Satu kamera dapat mengambil komposisi utama, sementara kamera lainnya memberikan sudut pandang alternatif.
Teknik ini juga membantu menciptakan perpindahan visual yang lebih natural ketika narasumber sedang berbicara. Daripada menggunakan satu angle sepanjang video, editor dapat menggabungkan beberapa shot sehingga testimonial terasa lebih hidup.
Bagi video customer story, variasi seperti ini cukup penting karena bagian wawancara menjadi salah satu elemen utama dalam keseluruhan video.
Mengambil Scene Sebelum Testimoni
Kami juga mengambil beberapa scene narasumber sebelum mereka mulai memberikan testimonial. Adegan seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki fungsi penting dalam proses editing.
Footage tersebut dapat menjadi B-roll yang memperlihatkan narasumber dalam suasana yang lebih natural. Editor kemudian dapat menggunakan footage tersebut sebagai visual pendukung ketika suara testimonial tetap berjalan.
Dengan teknik ini, video tidak harus terus menampilkan wajah narasumber saat mereka berbicara. Visual pun terasa lebih bervariasi.
Membangun Visual di Lingkungan Kantor
Lokasi shooting di kantor LinkAja memberikan konteks visual yang relevan untuk video. Selain sesi testimonial, kamera dapat menangkap suasana dan aktivitas di lingkungan kerja yang mendukung cerita.
Footage semacam ini membantu penonton memahami bahwa testimonial berasal dari pengalaman nyata di lingkungan perusahaan, bukan sekadar rekaman wawancara di ruangan yang tidak memiliki konteks.
Dalam proses editing, footage tersebut dapat dipadukan dengan suara narasumber untuk membangun alur cerita yang lebih menarik.
Konsep seperti ini juga kami gunakan dalam berbagai produksi video perusahaan lainnya. Jika kamu ingin melihat bagaimana sebuah video perusahaan berkembang dari tahap konsep sampai hasil akhir, kamu bisa membaca artikel Proses Pembuatan Video Profesional: Dari Konsep hingga Finishing.
Dari Rekaman Testimonial Menjadi Customer Story
Setelah shooting selesai, seluruh footage masuk ke tahap pasca produksi. Di sinilah proses produksi video testimoni mulai menemukan bentuk akhirnya.
Tim editing tidak sekadar menyusun seluruh jawaban narasumber sesuai urutan rekaman. Kami perlu memilih bagian yang paling relevan, menyusun alur pembicaraan, kemudian menggabungkannya dengan footage pendukung.
Tujuannya sederhana: membuat cerita yang mudah diikuti.
Memilih Pernyataan yang Paling Relevan
Dalam sesi testimonial, narasumber biasanya memberikan jawaban yang cukup panjang. Tidak semua bagian harus masuk ke video final.
Editor memilih pernyataan yang paling kuat dan relevan dengan pesan yang ingin disampaikan Insider One. Bagian yang terlalu berulang atau keluar dari alur cerita dapat kami pangkas.
Dengan cara tersebut, video tetap memiliki informasi yang cukup tanpa terasa terlalu panjang.
Menggabungkan Testimonial dengan B-Roll
Setelah bagian testimonial terpilih, kami mulai menggabungkannya dengan berbagai footage pendukung. Misalnya, ketika narasumber menjelaskan konteks pekerjaannya, visual dapat berpindah dari wajah narasumber ke aktivitas yang relevan. Teknik ini membuat video terasa lebih dinamis.
Suara narasumber tetap menjadi benang merah cerita, sementara visual membantu memperkuat apa yang sedang mereka sampaikan. Bagi sebuah video testimoni customer, kombinasi seperti ini sangat membantu agar penonton tidak merasa hanya sedang menonton wawancara.
Memanfaatkan Footage Tambahan dari Klien
Dalam proyek ini, proses editing juga mendapatkan tambahan materi dari pihak klien. Insider One memberikan beberapa video footage yang kemudian dapat digunakan sebagai bagian dari materi visual.
Tambahan footage seperti ini memberikan lebih banyak pilihan bagi editor.
Tidak semua aktivitas atau visual yang dibutuhkan selalu bisa kami ambil ketika shooting satu hari. Dengan adanya materi tambahan dari klien, editor dapat memperkaya video tanpa harus melakukan shooting ulang.
Kami kemudian menyesuaikan footage tersebut dengan hasil shooting agar seluruh visual tetap terasa menyatu.
Menyatukan Footage Produksi dan Materi Klien
Menggabungkan footage dari dua sumber membutuhkan perhatian terhadap beberapa aspek. Perbedaan resolusi, warna, framing, maupun karakter gambar harus diperhatikan selama editing.
Kami memilih footage yang paling sesuai dengan alur cerita, kemudian melakukan penyesuaian agar perpindahan antarvisual tetap nyaman dilihat. Dengan demikian, footage tambahan tidak terasa seperti elemen yang ditempel begitu saja. Sebaliknya, materi tersebut menjadi bagian dari cerita yang sama.
Menjaga Testimonial Tetap Terasa Personal
Salah satu hal yang kami jaga dalam proyek ini adalah karakter narasumber. Video testimonial akan kehilangan kekuatannya jika seluruh jawaban terdengar seperti teks iklan. Karena itu, kami mempertahankan cara penyampaian yang natural selama masih sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Narasumber tetap menjadi pusat cerita.
Brand dan produk hadir melalui pengalaman yang mereka ceritakan, bukan melalui klaim yang terlalu banyak. Pendekatan tersebut membuat customer story terasa lebih dekat dengan penonton.
Kenapa Video Testimoni Customer Menarik untuk Komunikasi B2B?
Video testimoni memiliki fungsi yang berbeda dibanding video promosi biasa.
Dalam video promosi, brand biasanya menjelaskan produk atau layanan mereka sendiri. Sementara itu, video testimonial menghadirkan sudut pandang dari pihak yang sudah menggunakan produk tersebut.
Perbedaan ini membuat customer memiliki peran penting dalam membangun cerita.
Ketika calon customer melihat perusahaan lain berbagi pengalaman, mereka mendapatkan konteks yang lebih nyata mengenai penggunaan sebuah produk atau layanan.
Customer Bisa Menjadi Bukti Pengalaman
Pengalaman customer dapat memberikan lapisan kredibilitas tambahan. Bukan berarti testimonial otomatis membuat semua orang percaya. Namun, cerita dari pengguna nyata memberikan konteks yang tidak bisa diperoleh hanya dari materi promosi perusahaan.
Karena itu, banyak brand B2B menggunakan customer story sebagai salah satu materi komunikasi mereka. Video membuat format tersebut semakin mudah dikonsumsi karena penonton bisa melihat sekaligus mendengar orang yang menyampaikan pengalaman.
Visual Membuat Cerita Lebih Mudah Diingat
Video juga memungkinkan brand menggabungkan berbagai elemen dalam satu materi.
Ada suara narasumber, ekspresi wajah, footage lingkungan kerja, grafis, musik, hingga berbagai visual pendukung. Semua elemen tersebut dapat membantu membangun cerita yang lebih kuat.
Kalau kamu ingin memahami lebih jauh mengenai teknis video testimoni dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan bisnis, kamu juga bisa membaca artikel Jasa Pembuatan Video Testimoni Klien Profesional untuk Meningkatkan Kepercayaan dan Penjualan.
Hasil Akhir Produksi Video Testimoni Insider One dan LinkAja
Setelah seluruh proses editing selesai, materi masuk ke tahap preview dan penyempurnaan.
Tim memastikan alur cerita sudah berjalan dengan baik, informasi dari kedua narasumber tersampaikan dengan jelas, serta footage tambahan dari klien sudah menyatu dengan materi hasil shooting.
Hasil akhirnya menjadi sebuah video testimoni yang mengangkat pengalaman LinkAja sebagai customer Insider One.
Video tersebut tidak hanya menampilkan narasumber berbicara mengenai produk. Ceritanya dimulai dari siapa mereka, apa yang mereka kerjakan, kemudian berlanjut menuju pengalaman menggunakan Insider One.
Alur seperti ini membuat video terasa lebih seperti customer story daripada sekadar sesi wawancara.
Dari Customer Story Menjadi Materi Komunikasi Brand
Proyek Insider One bersama LinkAja menunjukkan bahwa produksi video testimonial tidak selalu membutuhkan konsep yang rumit. Yang lebih penting adalah menemukan cerita yang memang layak disampaikan.
Dalam proyek ini, cerita tersebut datang dari pengalaman customer sendiri. Tim produksi kemudian bertugas membantu mengemas pengalaman tersebut menjadi visual yang menarik, terstruktur, dan tetap natural.
Mulai dari pengarahan narasumber, penggunaan dua kamera, pengambilan scene sebelum testimonial, footage lingkungan kantor, hingga pemanfaatan materi tambahan dari klien, setiap elemen memiliki fungsi untuk mendukung cerita.
Bagi kami, pengalaman ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi antara brand, customer, dan tim produksi. Ketika ketiganya memiliki pemahaman yang sama mengenai pesan yang ingin disampaikan, proses produksi bisa berjalan lebih efektif.
Kesimpulan
Video testimoni Insider One bersama LinkAja menjadi salah satu proyek yang memperlihatkan bagaimana pengalaman customer dapat berubah menjadi sebuah cerita yang menarik.
Prosesnya berlangsung selama satu hari di kantor LinkAja dengan menghadirkan dua narasumber dari tim Brand dan Marketing Channel serta Digital Marketing.
Tim Jakarta Multimedia membantu mengarahkan narasumber, mengambil gambar menggunakan dua kamera, merekam scene pendukung, kemudian mengolah seluruh materi pada tahap editing.
Selain footage hasil shooting, kami juga menggunakan beberapa materi tambahan yang diberikan oleh klien untuk memperkaya visual.
Pada akhirnya, video tidak hanya berisi pernyataan mengenai Insider One. Video tersebut membawa penonton mengenal LinkAja terlebih dahulu, kemudian mengikuti pengalaman mereka dalam menggunakan Insider One.
Inilah yang membuat pendekatan customer story menarik untuk video testimonial perusahaan. Cerita yang berasal dari pengalaman nyata memiliki karakter yang berbeda dari pesan promosi yang hanya datang dari brand.
Bagi perusahaan yang ingin mengubah pengalaman customer menjadi materi komunikasi visual, jasa pembuatan video perusahaan dapat membantu menerjemahkan cerita tersebut menjadi video yang lebih terstruktur, menarik, dan siap digunakan untuk kebutuhan marketing maupun komunikasi bisnis.
Karena pada akhirnya, video testimonial yang kuat bukan hanya tentang kamera yang bagus. Yang paling penting adalah menemukan cerita yang memang layak didengar dan menyampaikannya dengan cara yang terasa nyata.
