Apa Itu Video Briefing Call Manfaat Pentingnya Saat Memesan Jasa Pembuatan Video

Apa Itu Video Briefing Call Manfaat Pentingnya Saat Memesan Jasa Pembuatan Video

Dalam proses jasa pembuatan video profesional, komunikasi bukan sekadar formalitas. Banyak proyek video gagal bukan karena kamera kurang bagus atau editing kurang rapi, tapi karena brief yang tidak tersampaikan dengan jelas sejak awal. Di sinilah video briefing call memegang peran penting.

Bagi klien, video briefing call sering dianggap hal kecil. Padahal, justru di tahap inilah arah video ditentukan: mau seperti apa hasil akhirnya, pesan apa yang ingin disampaikan, dan bagaimana video tersebut bekerja untuk tujuan bisnis.

Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu video briefing call, fungsinya, manfaatnya, serta kenapa proses ini sangat krusial saat memesan jasa pembuatan video.

Apa Itu Video Briefing Call?

Pengertian Video Briefing Call

Video briefing call adalah sesi diskusi awal antara klien dan vendor video yang dilakukan secara online (Zoom, Google Meet, atau platform sejenis) untuk membahas kebutuhan proyek video secara detail.

Berbeda dengan chat singkat atau email, briefing call memungkinkan:

  • Komunikasi dua arah secara langsung
  • Penjelasan visual dan contoh referensi
  • Klarifikasi cepat terhadap hal-hal teknis dan non-teknis

Briefing call biasanya dilakukan sebelum proses produksi dimulai, dan menjadi fondasi dari seluruh tahapan pembuatan video.

Video Briefing Call vs Brief Tertulis

Banyak klien merasa cukup dengan mengirim brief tertulis. Padahal, keduanya bukan untuk saling menggantikan, tapi saling melengkapi.

Brief Tertulis

Lebih formal
Minim interpretasi emosional
Rentan salah tafsir
Satu arah

Video Briefing Call

Lebih fleksibel
Bisa menangkap tone dan ekspektasi
Bisa langsung diklarifikasi
Dua arah

Idealnya, brief tertulis diperjelas melalui video briefing call agar tidak terjadi miskomunikasi.

Baca: Apa Itu Brief Video? Panduan Menyusun Brief untuk Klien dan Vendor

Kenapa Video Briefing Call Sangat Penting dalam Jasa Pembuatan Video?

1. Menyamakan Persepsi Sejak Awal

Setiap klien punya persepsi sendiri tentang “video yang bagus”.
Masalahnya, persepsi klien belum tentu sama dengan persepsi vendor.

Melalui video briefing call:

  • Vendor memahami visi klien
  • Klien memahami batasan teknis produksi
  • Kedua pihak sepakat pada satu arah yang sama

Ini penting agar hasil akhir tidak melenceng dari ekspektasi.

2. Menghindari Revisi Berulang yang Tidak Perlu

Salah satu penyebab revisi berulang adalah brief yang tidak matang.
Video briefing call membantu meminimalkan hal ini dengan cara:

  • Mengklarifikasi detail sejak awal
  • Menghindari asumsi sepihak
  • Menyepakati style, tone, dan alur video

Hasilnya, proses produksi jadi lebih efisien dan revisi tetap dalam batas wajar.

Baca Juga: Cara Menentukan Revisi yang Wajar dalam Proyek Pembuatan Video Profesional

3. Membantu Menentukan Jenis Video yang Tepat

Tidak semua bisnis cocok dengan satu jenis video tertentu. Dalam briefing call, vendor bisa membantu klien menentukan:

  • Apakah lebih cocok video company profile, video promosi, atau video AI
  • Durasi ideal video
  • Platform distribusi yang akan digunakan

Simak: Jenis-Jenis Video yang Bisa Meningkatkan Penjualan Bisnismu

Apa Saja yang Dibahas dalam Video Briefing Call?

1. Tujuan Video

Pertanyaan utama yang selalu dibahas:

  • Apakah video untuk branding?
  • Untuk promosi produk?
  • Untuk presentasi internal atau eksternal?

Tujuan ini akan memengaruhi:

  • Konsep
  • Gaya visual
  • Call to action

Baca juga: Strategi Konten Visual untuk Bisnismu: Video Adalah Raja

2. Target Audiens

Video yang bagus bukan hanya menarik, tapi relevan dengan audiens. Dalam briefing call biasanya dibahas:

  • Siapa target penonton
  • Level edukasi audiens
  • Platform tempat video akan ditampilkan

3. Konsep dan Referensi Visual

Klien bisa:

  • Menunjukkan contoh video yang disukai
  • Menjelaskan warna, mood, dan gaya visual
  • Menyampaikan tone komunikasi (formal, santai, atau emosional)

Pelajari: Cara Menentukan Tone Warna dan Mood Visual dalam Sebuah Video

4. Teknis Produksi

Briefing call juga membahas hal teknis seperti:

  • Metode produksi (shooting, animasi, atau AI)
  • Lokasi shooting
  • Talent atau VO
  • Deadline dan timeline produksi

Penting: Proses Pembuatan Video Profesional: Dari Konsep hingga Finishing

Manfaat Video Briefing Call bagi Klien

1. Hasil Video Lebih Sesuai Kebutuhan Bisnis

Klien tidak hanya mendapatkan video yang “bagus”, tapi video yang bekerja untuk tujuan bisnis.

Ini penting terutama untuk:

  • Video company profile
  • Video branding perusahaan
  • Video presentasi produk

2. Hemat Waktu dan Biaya

Brief yang jelas sejak awal:

  • Mengurangi revisi
  • Menghindari perubahan konsep di tengah jalan
  • Produksi lebih cepat selesai

Secara tidak langsung, ini juga menghemat biaya produksi.

Baca juga: Tips Hemat Biaya Produksi Video Tanpa Mengorbankan Kualitas

3. Komunikasi Lebih Nyaman dan Transparan

Melalui video call:

  • Klien bisa langsung bertanya
  • Vendor bisa menjelaskan dengan bahasa sederhana
  • Tidak ada miskomunikasi yang tertunda

Ini membangun hubungan kerja yang lebih profesional dan sehat.

Manfaat Video Briefing Call bagi Vendor Video

1. Brief Lebih Jelas dan Terstruktur

Vendor bisa:

  • Menyusun konsep dengan lebih akurat
  • Menentukan workflow produksi
  • Mengantisipasi potensi kendala sejak awal

2. Mengurangi Risiko Proyek Bermasalah

Banyak proyek bermasalah terjadi karena:

  • Ekspektasi tidak disepakati
  • Timeline tidak realistis
  • Scope kerja tidak jelas

Video briefing call membantu mengunci kesepakatan di awal.

Apakah Video Briefing Call Wajib?

Jawabannya: tidak wajib, tapi sangat disarankan.

Untuk proyek sederhana, mungkin cukup dengan brief tertulis. Namun untuk:

  • Video company profile
  • Video branding
  • Video promosi skala perusahaan

Video briefing call hampir selalu menjadi standar profesional.

Kapan Waktu Terbaik Melakukan Video Briefing Call?

Idealnya dilakukan:

  • Setelah klien menyampaikan brief awal
  • Sebelum kontrak produksi ditandatangani
  • Sebelum proses shooting atau animasi dimulai

Dengan begitu, semua pihak sudah berada di halaman yang sama.

Tips Agar Video Briefing Call Berjalan Efektif

1. Siapkan Brief Awal

Klien sebaiknya:

  • Menyiapkan tujuan video
  • Menentukan gambaran umum konsep
  • Menyampaikan deadline yang diinginkan

2. Siapkan Referensi

Contoh video sangat membantu vendor memahami selera klien.

3. Catat Kesepakatan

Setelah briefing call selesai:

  • Buat rangkuman hasil diskusi
  • Sepakati scope, timeline, dan revisi
  • Jadikan sebagai acuan produksi

Video Briefing Call sebagai Ciri Vendor Profesional

Vendor video yang menawarkan video briefing call sejak awal biasanya:

  • Lebih sistematis
  • Lebih transparan
  • Lebih berorientasi pada hasil

Ini menjadi salah satu indikator penting saat memilih jasa pembuatan video profesional.

Kesimpulan

Video briefing call bukan sekadar formalitas, tapi fondasi utama dalam proses pembuatan video profesional. Dengan komunikasi yang jelas sejak awal, baik klien maupun vendor bisa bekerja lebih efisien, minim konflik, dan menghasilkan video yang benar-benar sesuai tujuan bisnis.

Jika kamu ingin memesan jasa pembuatan video yang terstruktur, transparan, dan profesional, pastikan vendor yang kamu pilih selalu memulai proyek dengan video briefing call.